Akhlaq

RENUNGAN MAKNA “TAKBIR”

Setiap kali datang hari raya, baik idul fitri maupun idul adha kita selalu mendengar gema takbir.. sebagai ungkapan bahagia dan syukur atas nikmat yang Allah anugerahkan.

Jika idul fitri gema takbir menandakan berakhirnya puasa ramadhan dan masuknya tanggal 1 syawal… sejak terbenam matahari hingga waktu asar esok harinya gema takbir berkumandang…

Adapun gema takbir pada hari idul adha berkumandang setelah masuk hari ke 10 bulan zulhijjah, menandakan berakhirnya ritual wukuf bagi yang melaksanakan ibadah lalu bergerak ke Mudzdalifah untuk mabit dan paginya bergerak kembali menuju Mina untuk melontar jumroh aqobah atau ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhoh (mana yang mau dilakukan lebih dahulu diperbolehkan) dan setelah itu tahallul maka selesailah pemakaian kain ihram bagi laki laki yang berhaji…

Adapun bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, takbir menandakan usainya pelaksanaan puasa sunnah arafah, yang keutamaanya menghapus kesalahan selama satu tahun.. dan takbir ini terus dikumandangkan pada hari hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijjah…

Adapun kalimat takbir yang selalu dilantunkam pada setiap moment idil fitri dan idul adha adalah sebagai berikut

اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً

لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، 

لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآَاِلهَ اَلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Alah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala pua dan puji.
Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang karif membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuhNya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.

Adapun esensi dari takbir adalah sebagai berikut

1. Mengagungkan Allah SWT dan mentauhidkan Nya… serta pujian hanya milik Allah semata

اللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

inilah pengakuan tulus seorang hamba kepada Allah sang pencipta alam semesta beserta isinya, pengakuan akan kecil makhluk dan besarnya Allah SWT.. Allah Maha Esa, tiada tuhan selain Allah.. tidak ada yang berhak dipuji dan disanjung kecuali Allah, pujian karena Dia telah begitu banyak bahkan berlimpah menganugerahkan nikmat nya kepada seluruh makhlukNya, tetutama manusia yang diciptakan dengan sempurna, diberi nikmat zahir dan batin, nikmat tubuh, jiwa dan akal, nikmat kemudahan dapat menguasai alam jagad raya…sengguh begitu banyak nikmat lainnya.. tiada hingga siapapun tidak sanggup menghitungnya… dan memang tidak perintahkan manusia menghitung seluruh nikmatNya namun hanya dipetintah untuk mensyukurinya.. dan pujian adalah salah satu cara mensyukuri nikmat Allah tersebut

2. Dzikir kepada Allah dengan lantunan takbir, tahmid dan tasbih baik di pagi dan sore hari

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً.

3. Pengakuan tiada tuhan Allah dan pengakuan tulus bahwa manusia tidak menyembah kecuali Allah dengan penuh ketelaan meski orang orang kafir membencinya

لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، 

4. Pengakuan tiada tuhan selain Allah dengan iringan pengakuan tulus bahwa segalanya kembali kepada Allah, hanya Allah yang dapat melakukan segala, janji Allah adalah benar, pembelaan Allah kepada setiap hambanya adalah benar, memuliakan para tentaraNya yang gigih berjuang membela agamaNya adalah benar dan Allah sendiri yang akan membinasakan dan menghancurkan musuh musuhNya.. sungguh semua itu menandakan keagungan dan kebesaran Allah 

لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لآَاِلهَ اَلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Itulah tauhid, keimanan yang menghunjam dalam sanubari, akidah yang mengikat pada kekuasaan Allah, keyakinan yang mantap dalam jiwa… sejatinya dengan tauhid, iman, akidah dan keyakinan mampu menguasai kehidupan, merambah ke segala aspek kehidupan dan lininya, senantiasa hidup dalam kebaikan sesuai dengan kehendak Allah dan pada akhirnya menjadi sarana kemenangan dalam segala kancah kehidupan…

La ilaha Illah.. yang oleh baginda Rasulullah menyebutnya sebagai pembuka kehidupan dan kekuasaan ke jazirah arab dan sekitarnya..

Iklan

Kategori:Akhlaq, Bening, Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s